Rabu, 30 November 2011

KRITIK ARSITEKTUR part FOTOGRAFI


Kampoeng Glam, yang terletak di Singapore, menjadi pemukiman awal masyarakat Bugis dan Jawa dari Indonesia. Kampong Glam mendapat namanya dari Pohon Gelam yang terdapat di seluruh Singapura hingga kini.

Semua tempat ini, yang dibangun semasa pemerintahan Inggris, direnovasi dan dikelola dengan baik oleh pemerintahan Singapura, yang terlihat dari permainan warna dari masing - masing bangunan, sehingga bangunan yang ada di Kampoeng Glam tidak terlihat kumuh dan kuno.

Bangunan yang ada di daerah Kampoeng Glam in juga merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dari berbagai negara.



Foto ini juga terdapat di Kampoeng Glam, bangunan ini merupakan Warung Makan Pariaman yang berada di Singapore, tepatnya di tengah kota.
Bangunan ini menunjukkan pola adaptasi di tengah kota namun tetap serasi dengan bangunan modern. seandainya di Indonesia bangunan lama dapat direvitalisasi dengan baik maka nilai bangunan dan kawasan dapat ditingkatkan tanpa menghilangkan nilai historycal yang melekat pada bangunan tersebut. banyak bangunan historycal di Indonesia yang di abaikan dan rusak bahkan ada yang di rubuhkan kemudian dibangunan dengan bangunan baru sehingga nilai historical pada bangunan itu mati. untuk itu perlu adanya upaya dari pemerintahan untuk mengambil alih bangunan bangunan historycal tersebut kemudian direvitalisasi dengan perencanaan yang matang sehingga dapat menghidupkan kembali nilai historycal bangunan maupun kawasan tersebut. sehingga perkembangan sejarah di Indonesia dapat dipelajari dan dinikmati penerus kita. akhir kata kritik ini tidaklah sempurna, namun maksud dan tujuannya agar kita semua sadar akan pentingnya sejarah bangsa kita, perjalanan bangsa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar